Tekanan Cina Diduga Jadi Alasan Penolakan Transit Presiden Taiwan
Washington, 29 Juli 2025 – Keputusan mengejutkan datang dari mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang dilaporkan menolak permintaan izin transit dari Presiden Taiwan, Lai Ching Te, di New York. Penolakan ini memicu berbagai spekulasi mengenai dinamika geopolitik AS–Taiwan–Tiongkok yang terus memanas.
Financial Times pertama kali melaporkan informasi ini dengan mengutip tiga sumber dari pemerintahan AS. Mereka menyebut keputusan Trump berkaitan erat dengan tekanan kuat dari pemerintah Tiongkok, terutama dari Presiden Xi Jinping.
Cina Konsisten Menolak Diplomasi Taiwan
Pemerintah Tiongkok tetap menganggap Taiwan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari wilayahnya, dan mereka menganggap setiap bentuk pengakuan diplomatik terhadap Taiwan sebagai tindakan provokatif.
Meskipun sebelumnya AS beberapa kali mengizinkan transit presiden Taiwan di New York maupun Los Angeles, keputusan terbaru dari Trump menunjukkan adanya pergeseran pendekatan diplomatik yang lebih berhati-hati terhadap Beijing.
“Trump tampaknya ingin menghindari konfrontasi langsung dengan Cina dalam masa politik yang sensitif,” ujar seorang pejabat AS yang enggan disebutkan namanya.
Presiden Lai Batalkan Rencana Transit
Presiden Taiwan Lai Ching Te telah menjadwalkan lawatan diplomatik ke beberapa negara di Amerika Tengah pada Agustus mendatang, termasuk Paraguay dan Guatemala. Dalam rencana awal, Lai berencana transit di New York, tetapi kini ia membatalkan agenda tersebut.
Kantor Kepresidenan Taiwan menyatakan Presiden Lai tidak berencana ke luar negeri dalam waktu dekat karena cuaca ekstrem usai topan. Sementara itu, sumber AS menyebut Lai mengubah rencana setelah mereka memberitahunya soal penolakan transit di New York.
Jejak Konflik: Saat Biden Dikecam Cina
Sebagai perbandingan, pada 2023, Cina mengecam keras Joe Biden karena mengizinkan Presiden Taiwan Tsai Ing Wen transit di New York saat menuju Amerika Latin. Langkah tersebut memicu Washington dan Beijing saling melancarkan manuver diplomatik yang memperburuk ketegangan di kawasan Indo-Pasifik.
Para analis menilai keputusan Trump kali ini sebagai upaya meredam ketegangan menjelang tahun pemilu. Ia juga berusaha menghindari konfrontasi langsung dengan Cina yang bisa mengganggu stabilitas ekonomi.
Kesimpulan: Diplomasi atau Tekanan Politik?
Penolakan izin transit Presiden Taiwan oleh Trump menambah babak baru dalam hubungan segitiga AS–Taiwan–Cina. Apakah ini langkah strategis atau bentuk tekanan diplomatik yang sukses dari Beijing, masih jadi perdebatan.
Yang pasti, Trump tolak transit Presiden Taiwan bukan hanya soal protokol, tetapi menyiratkan permainan geopolitik yang lebih dalam. Dunia kini menanti langkah selanjutnya dari ketiga pihak, apakah mengarah pada perdamaian, atau eskalasi baru.